SETENGAH FIKSI

"Don’t be sorry.
I trusted you.
My mistake.
Not yours."

"Ia mencari seseorang yang bisa mencintainya. Sebab Ia tak mungkin mencintai lagi lebih dari yang sedang dicintainya."

"pada saatnya, kita memang harus benar - benar sendiri."

"Bolehkah aku mempertanyakan keadilan pada tuhan? Benarkah kita sama - sama terluka ketika dipisahkan? Ataukah, hanya aku saja yang sangat berkesusahan?"

"pernahkah engkau mengenang?
di tanah mana saja,
kaki kita telah dijejakkan?"

"tak ada istilah orang tepat atau orang salah. semua yang kita temui dalam hidup adalah pelajaran, dan itu adalah benar."

"thanks for the days when you’re no longer with me but you’re still with me."

"Knowing how in love with you I was; if you weren’t in love with me, I’m just not sure why you made love with me?"

"trust me when I say;
it wouldn’t be my world without you in it."

"Tak semua luka disembuhkan oleh waktu. Ada yang tetap berdarah sepanjang masanya."

"

Dia terisak tajam. Tangannya sesekali diletakkan di dada karena kesulitan mengatur hela nafasnya sendiri. Airmatanya jatuh bertubi bak air langit kala musimnya tengah tiba.

Dalam bisik yang tercekat - cekat, aku mendengarnya berucap:
‘Semoga doa dan perjuangan panjangku mencintaimu yang menyia - nyiakan aku, akan diganti dengan pengganti yang jauh lebih baik.’

Aku tertunduk, hanya bisa mengaminkan.

"

teruntuk sahabat yang tak bisa kusebutkan namanya,
be strong.

"

hari ini seorang sahabat bertanya kepadaku dengan kalutnya. tentang siapa yang harus diperjuangkan untuk hatinya.

jawabku, perjuangkanlah orang yang menemanimu dari ketika kamu bukan siapa - siapa hingga memiliki hampir segalanya. bukan orang yang menantimu di puncak. Yang menjumpaimu tanpa tahu perjuangan panjangmu menuju ke atas sana.

seseorang seperti itu takkan pernah memahamimu sampai kapanpun. sebab ia tak melalui hari demi hari ketika airmata, darah, dan waktu; pernah kau korbankan dengan sebegitu.

"

"

Ia adalah sosok yang sederhana; lebih dari sempurna. Ia mencium keningku, pergi, kemudian tak kembali.

Tapi saat dia pergi aku tak berdiam diri, aku cukup tak sadar diri. Aku menjejak setiap tapak langkahnya, sampai saat ini.

"

"Teruslah membuatnya menangis, maka akan ada pria lain yg akan menyeka air matanya."

(via mbeeer)

"aku tengah nyaman pada satu masa. Namun waktu kembali menarikku mendekat. Menjatuhkan aku dari ketinggian langit. mengikat aku pada hidup. Akhirnya aku kembali ditertawakan oleh realita yang berbalut kenangan - kenangan. Sesekali manis, sesering - seringnya satir."